You are currently browsing the monthly archive for Februari 2008.

Tuhan…

aku lelah

sangat lelah

tidak bisakah cobaan ini disederhanakan?

Iklan

menuju pernikahan ternyata tidak mudah. tidak mudah karena begitu banyak yang harus diurus. padahal aku maunya cuma ijab kabul thok. bagaimana yang bikin pesta gede-gedean ya?
belum apa-apa aku sudah ditanya soal ktp. kayaknya sudah hampir setahun ini aku nggak punya ktp. baik sebagai warga magelang maupun sebagai warga banyumas. padahal katanya bikin ktp sekarang ini nggak mudah. kalau di banyumas, menurut yang sudah pada buat, bisa sampai satu bulan lebih. nggak tau kalau di magelang. yang pasti ini juga akan repot karena aku mesti meninggalkan kantor di hari kerja.
itu baru ktp, belum surat-surat lainnya. itu juga baru dari pihakku, buat tomatto itu pasti lebih rumit lagi. karena kalau kita nikah di magelang berarti dia harus ngurus berbagai syarat administrasi baik ke cilacap maupun ke magelang.
“mendaftar nikah harus satu bulan sebelumnya lho mbak,”kata juni yang baru saja nikah. halah…apa lagi ini. lha, kalau bikin ktp saja satu bulan, lalu mendaftar nikah satu bulan sebelum pernikahan, berarti kapan aku bisa nikah???

menikah ternyata juga tidak murah (buat aku dan tomato lho…). biar pun rencananya cuma ijab kabul, tapi biaya yang dikeluarkan tetap tidak sedikit. apa lagi beberapa bulan ini kebutuhan kami sedang banyak-banyaknya. renovasi rumah yang nggak rampung-rampung, harus urunan bikin kantor biro iklan, ditambah harus mempersiapkan biaya pernikahan. (lha…ngisi rumahnya pakai apa?)

btw, semoga ini hanya seperti kata pepatah, “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ketepian. bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”
dan semoga semua kesulitan ini akan berakhir dengan indah.

minggu kemarin (17/2) keluarganya tomato menemui orang tuaku. mereka bertanya apakah aku sudah ada yang memiliki. dan bapakku menjawab, selama ini aku baru dimiliki orang tuaku.

so…mereka meminta aku buat anaknya. ih…aku dilamar. sebagai pengikat, aku diberi cincin. setelah acara pemakaian cincin dan tentu saja difoto, resmilah aku menjadi calon  istrinya tomato, ciku ciku-ku.

jadi nikahnya kapan? kapan ya?

haruskah aku menjadi pengantinmu

saat bukan aku yang bermain dalam benakmu

saat bukan aku yang setiap malam menemani mimpimu

saat bukan aku yang menjadi bagian dari cita-citamu

 haruskah aku melangkah ke gerbang itu

jika di sampingku hanya ragamu, bukan jiwamu.

 (diterjemahkan secara ngawur-ngawuran, dari entah lagu atau puisi)

 

aku dan tomatto berencana menikah.

tapi rasa takut seperti kutipan di atas masih membayangiku.

aku tidak tau bagaimana harus mengatasinya.

apakah setiap orang yang mau menikah memang punya ketakutan semacam itu?

kadang tiba-tiba aku ingin putus aja dengan dia. biar aku menjadi wanita yang diam-diam dia kirimi sms, dia abadikan lewat blog, dia kirimi lagu-lagu patah hati atau setidaknya ketika dia memutar berulang kali lagunya republik “hanya ingin kau tau” aku akan tau bahwa dia mengabadikan sebuah rasa untukku.

tapi aku wanita yang akan menikah dengannya,

dan aku takut jika aku bukan wanita yang ada dalam hatinya.

bukan belahan jiwanya dan bukan mimpi-mimpinya.