Selama satu minggu kemarin aku bahagia banget. Tentu saja karena hubunganku sama Tomatto yang sedang baik-baiknya. Kayaknya satu minggu kemarin kita sama sekali nggak bertengkar. Saling memaklumi, memahami, memberi dukungan dan satu sama lain saling menunjukkan kasih sayang. Saat ada perbedaan kecil, salah satu dari kita pasti ada yang mengalah.

Yang menakjubkan, kita bahkan sanggup pulang ke Magelang naik motor tanpa berhenti. Padahal biasanya ada acara berhenti karena Tomatto ngantuk berat. Sepanjang jalan kita juga ceria terus. Ngikutin lagu-lagu yang diputar di ipod2. Kenapa ya Tomatto bisa kuat bolak-nalik Magelang tanpa ngantuk? Apa karena fitness? “Ya nggak lah, kemarinnya aku juga ngantuk kok,”kata dia. Dan aku pun membuat kesimpulan yang sangat jayus “mungkin ini yang dinamakan the power of love ya hun?” (ih….ge er banget)

Apa pun itu, aku tidak ingin kebahagiaan ini berakhir. Semoga kita bisa bahagia selamanya. Tak ada lagi gangguan. Apa lagi dari “you know who.” (entah kenapa nich mahluk selalu saja muncul saat kita sedang bahagia-bahagianya. Semoga kali ini tidak).

Jadi waktu ibuku yang mau berangkat haji bertanya, aku minta didoakan apa di sana, sebenernya ku pengen menjawab “doakan kami bahagia selamanya.” Tapi tentu saja aku nggak bilang apa-apa. Malu. Lagian pasti orang tua selalu mendoakan yang terbaik buat anaknya.

Oya, ini syair lagu “Rencana Besar” dari album terbarunya Padi. Kata Tomatto itu buat aku.

Rencana Besar

Bisakah aku singgah di hatimu
Berharap sebentuk cinta yang tulus
Sesuatu yang ku percaya ada tersimpan di sana

Terlalu lama aku harus terdiam
atau mungkin ku tak percaya sungguh, akan kesempatan dan kemungkinan yang terjadi nanti
Sebab ku yakin ada pintu terbuka diantara hatiku dan hatimu

Its been years since we’ve met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

Jika aku harus berhitung benar akan kemungkinan yang bisa ada
Bila aku memiliki dirimu bahagialah aku

Bila firasat ini memang benar mencintaimu adalah maksud
Dari… sebuah Rencana Besar merubah hidupku

Sebab ku yakin ada pintu terbuka diantara hatiku dan hatimu

Its been years since we’ve met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

(Perkenankan aku singgah dihati mu
Berharap sebentuk cinta yang tulus
Sesuatu yang kupercaya ada tersimpan disana)

Dan kalau yang ini, katanya dia banget.

 Sang Penghibur

Setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi ku dengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela tak lagi kucerna di dalam jiwa

Aku bukan seorang yang mengerti tentang kelihaian membaca hati
Aku cuma pemimpi kecil yang berangan tuk merubah nasibnya

Oh bukankah ku pernah melihat bintang Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yg lelah jiwanya…

Ku gerak kan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yang terputus

Masih kucoba.. mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tanah
Letih, penat tak menghalangiku
Tuk temukan bahagia

Oh bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yg lelah jiwanya

Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhela kan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali

(Bagai bintang yang bersinar menghibur yang lelah jiwanya, bagai
bintang yang berpijar menghibur yang sedih hatinya)

Iklan