Anak-anak di kantor sedang geger. Ada teman yang baru saja memboncengkan hantu. Hantu cewek cantik lagi.
Jadi ceritanya waktu dia pulang ke rumah sekitar tengah malam, ada tetangganya yang melihat dia memboncengkan cewek. Bahkan tetangganya itu sempat melihat si cewek menunggui temanku itu waktu dia beli makan.
Temanku tentu saja tidak melihat hantu cewek yang dengan mesranya membonceng. Dia baru tau setelah ditanya pembantu di rumahnya. Pembantunya tanya, apa tadi malam dia pulang membawa pacarnya. Soalnya tetangga mereka ada yang melihat.
Karena merasa tidak memboncengkan siapa-siapa temanku membantah dengan tegas. Tapi si tetangga bersikukuh juga melihat ada cewek yang mengikuti temanku tadi.
Kesimpulannya….hantuuuuuuuuuu…..!!!
Analisa-analisa horor pun dibuat. “Oh ya, itu kan malam jumat kliwon.” “Jalan ke rumahmu itu khan melewati dua kuburan, bisa jadi ada yang naik dari slah satu kuburan tadi.”
Mengingat analisa-analisa tadi, temanku akhirnya setiap pulang malam memilih jalur lain. Biar pun lebih jauh, tapi tidak melewati dua kuburan tadi.
Tapi ternyata ada yang lebih menakutkan dari hantu cewek tadi. Isu yang kemudian berkembang, sebenarnya temanku itu memang memboncengkan cewek (cewek lain bukan pacarnya). Berhubung ketahuan tetangganya maka dia pura-pura tidak memboncengkan siapa-siapa.
Aku tentu nggak mau ketinggalan menambah horor suasana. “Wah ini memang modus baru para cowok saat ketahuan selingkuh. Pura-puranya nggak tau biar dikira mboncengin hantu,” kataku ngompori.
Temanku ternyata lebih takut dengan isu ini. Bagaimana tidak, dampaknya bisa lebih nyata. Pacarnya bisa uring-uringan dan hubungan mereka terancam.
He he he…ternyata pacarnya lebih menakutkan dari hantu.

Iklan