You are currently browsing the monthly archive for November 2007.

Postingan felix yang ini memang bener-bener keterlaluan. Aku jadi terbayang-bayang terus. Parahnya nggak ngaruh sama napsu makan. Padahal orang-orang lain yang lihat postingan itu langsung pada gak doyan makan.

Rasa jijik dan takut bercampur jadi satu. Bagaimana tidak, melihat payudara yang bolong-bolong untuk sarang belatung hi…ngeri. Untungnya beberapa komen di postingan itu cukup membuat lega. Katanya gambar itu hasil rekayasa di photoshop. Tapi ada videonya juga. Dan kata para pengkomen itu asli. Wiih…

Katanya, payudara itu jadi sarang belatung gara-gara waktu beli BH baru langsung dipakai. Tidak dicuci dulu. Pesan moral yang ingin disampaikan agar para wanita mencuci dulu BH yang baru dibeli sebelum memakainya.

Postingan ini sempet jadi pembicaraan dengan temen-temen cewek di kantor. Bagaimana pun pakaian yang dicuci tetap harus dijemur. Dalam proses itu, siapa yang menjamin pakaian kita tidak ketempelan mahluk-mahluk ajaib? “Ya setelah itu disetrika dulu,”kata salah satu temenku. “Setelah disetrika apa juga bisa dijamin ngga kena apa-apa lagi?” tukas yang lain. “Berarti kesimpulannya, nggak usah pakai BH,”kami ngomong hampir serentak.

Ya, mengapa perempuan harus pakai BH? Itu selalu menjadi masalah besar buatku. Sejak aku masih duduk di bangku SD, benda yang satu itu sudah jadi masalah. Teman-temanku sudah mulai kecentilan pakai BH untuk anak-anak (kalo nggak salah sebutannya miniset apa ya?) sejak kelas 3 SD. Padahal payudaranya belum tumbuh. Aku tentu saja tidak mau ambil bagian dari perilaku (yang menurutku) aneh itu. Pun setelah di dadaku mulai ada dua tonjolan. (Sebenarnya aku nggak ngerasa ada dua tonjolan yang tumbuh. Waktu itu aku malah ngerasa bagian tengah dadaku yang semakin melesak ke dalam. Karenanya aku selalu mengaku sesak napas).

Teman-teman suka mengingatkan aku. Kata mereka, jika nggak mau pakai BH sejak kecil, nanti pas sudah gede susune melorot. Aku tentu cuek-cuek aja. Dalam benakku tidak ada sama sekali wacana tentang payudara indah. Enath siapa yang membuat teman-temanku memikirkan hal itu. Mungkin ibunya. “Ayo nak, mulai sekarang kita bentuk payudaramu agar nanti tumbuh dengan indah. Ini investasi lho.”Weks mungkin itu yang selalu dijejalkan di pikiran teman-teman kecilku.

Kalo pada akhirnya aku pakai miniset dan lalu BH, itu karena satu pertimbangan, “Saru, susune kethok.” Hanya soal kesopanan, itu saja yang ditanamkan dalam pikiranku tentang pemakaian BH ini.

Tapi sesungguhnya sampai setua ini aku belum bisa menerima, mengapa perempuan (Indonesia)  harus pakai BH. Sepertinya ini hanya untuk kepentingan laki-laki saja. Biar laki-laki mendapatkan pemandangan indah dari dada-dada yang membusung. Biar laki-laki senang karena  ada dada yang cukup kencang untuk dipegang-pegang.

Lha apa yang terjadi pada perempuan? Seharian sesak karena harus pakai BH yang kencang. Ada lagi yang terpaksa menantang maut dengan suntik silikon. Harus melakukan segala cara untuk mendapatkan payudara idaman. Duh…idaman siapa tuch?

DAn sekarang ada persoalan baru lagi, kita terancam jadi sarang belatung gara-gara BH??? Oh…. NO.

Iklan

Selama satu minggu kemarin aku bahagia banget. Tentu saja karena hubunganku sama Tomatto yang sedang baik-baiknya. Kayaknya satu minggu kemarin kita sama sekali nggak bertengkar. Saling memaklumi, memahami, memberi dukungan dan satu sama lain saling menunjukkan kasih sayang. Saat ada perbedaan kecil, salah satu dari kita pasti ada yang mengalah.

Yang menakjubkan, kita bahkan sanggup pulang ke Magelang naik motor tanpa berhenti. Padahal biasanya ada acara berhenti karena Tomatto ngantuk berat. Sepanjang jalan kita juga ceria terus. Ngikutin lagu-lagu yang diputar di ipod2. Kenapa ya Tomatto bisa kuat bolak-nalik Magelang tanpa ngantuk? Apa karena fitness? “Ya nggak lah, kemarinnya aku juga ngantuk kok,”kata dia. Dan aku pun membuat kesimpulan yang sangat jayus “mungkin ini yang dinamakan the power of love ya hun?” (ih….ge er banget)

Apa pun itu, aku tidak ingin kebahagiaan ini berakhir. Semoga kita bisa bahagia selamanya. Tak ada lagi gangguan. Apa lagi dari “you know who.” (entah kenapa nich mahluk selalu saja muncul saat kita sedang bahagia-bahagianya. Semoga kali ini tidak).

Jadi waktu ibuku yang mau berangkat haji bertanya, aku minta didoakan apa di sana, sebenernya ku pengen menjawab “doakan kami bahagia selamanya.” Tapi tentu saja aku nggak bilang apa-apa. Malu. Lagian pasti orang tua selalu mendoakan yang terbaik buat anaknya.

Oya, ini syair lagu “Rencana Besar” dari album terbarunya Padi. Kata Tomatto itu buat aku.

Rencana Besar

Bisakah aku singgah di hatimu
Berharap sebentuk cinta yang tulus
Sesuatu yang ku percaya ada tersimpan di sana

Terlalu lama aku harus terdiam
atau mungkin ku tak percaya sungguh, akan kesempatan dan kemungkinan yang terjadi nanti
Sebab ku yakin ada pintu terbuka diantara hatiku dan hatimu

Its been years since we’ve met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

Jika aku harus berhitung benar akan kemungkinan yang bisa ada
Bila aku memiliki dirimu bahagialah aku

Bila firasat ini memang benar mencintaimu adalah maksud
Dari… sebuah Rencana Besar merubah hidupku

Sebab ku yakin ada pintu terbuka diantara hatiku dan hatimu

Its been years since we’ve met
And days had gone by
Now its time to make up my mind
And I hope that we can make it to the end

(Perkenankan aku singgah dihati mu
Berharap sebentuk cinta yang tulus
Sesuatu yang kupercaya ada tersimpan disana)

Dan kalau yang ini, katanya dia banget.

 Sang Penghibur

Setiap perkataan yang menjatuhkan tak lagi ku dengar dengan sungguh
Juga tutur kata yang mencela tak lagi kucerna di dalam jiwa

Aku bukan seorang yang mengerti tentang kelihaian membaca hati
Aku cuma pemimpi kecil yang berangan tuk merubah nasibnya

Oh bukankah ku pernah melihat bintang Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yg lelah jiwanya…

Ku gerak kan langkah kaki
Dimana cinta akan bertumbuh
Kulayangkan jauh mata memandang
Tuk melanjutkan mimpi yang terputus

Masih kucoba.. mengejar rinduku
Meski peluh membasahi tanah
Letih, penat tak menghalangiku
Tuk temukan bahagia

Oh bukankah ku pernah melihat bintang
Senyum menghiasi sang malam
Yang berkilau bagai permata
Menghibur yg lelah jiwanya

Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhela kan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali

(Bagai bintang yang bersinar menghibur yang lelah jiwanya, bagai
bintang yang berpijar menghibur yang sedih hatinya)

Anak-anak di kantor sedang geger. Ada teman yang baru saja memboncengkan hantu. Hantu cewek cantik lagi.
Jadi ceritanya waktu dia pulang ke rumah sekitar tengah malam, ada tetangganya yang melihat dia memboncengkan cewek. Bahkan tetangganya itu sempat melihat si cewek menunggui temanku itu waktu dia beli makan.
Temanku tentu saja tidak melihat hantu cewek yang dengan mesranya membonceng. Dia baru tau setelah ditanya pembantu di rumahnya. Pembantunya tanya, apa tadi malam dia pulang membawa pacarnya. Soalnya tetangga mereka ada yang melihat.
Karena merasa tidak memboncengkan siapa-siapa temanku membantah dengan tegas. Tapi si tetangga bersikukuh juga melihat ada cewek yang mengikuti temanku tadi.
Kesimpulannya….hantuuuuuuuuuu…..!!!
Analisa-analisa horor pun dibuat. “Oh ya, itu kan malam jumat kliwon.” “Jalan ke rumahmu itu khan melewati dua kuburan, bisa jadi ada yang naik dari slah satu kuburan tadi.”
Mengingat analisa-analisa tadi, temanku akhirnya setiap pulang malam memilih jalur lain. Biar pun lebih jauh, tapi tidak melewati dua kuburan tadi.
Tapi ternyata ada yang lebih menakutkan dari hantu cewek tadi. Isu yang kemudian berkembang, sebenarnya temanku itu memang memboncengkan cewek (cewek lain bukan pacarnya). Berhubung ketahuan tetangganya maka dia pura-pura tidak memboncengkan siapa-siapa.
Aku tentu nggak mau ketinggalan menambah horor suasana. “Wah ini memang modus baru para cowok saat ketahuan selingkuh. Pura-puranya nggak tau biar dikira mboncengin hantu,” kataku ngompori.
Temanku ternyata lebih takut dengan isu ini. Bagaimana tidak, dampaknya bisa lebih nyata. Pacarnya bisa uring-uringan dan hubungan mereka terancam.
He he he…ternyata pacarnya lebih menakutkan dari hantu.

Baca postingan sebuah blog tentang rumput tetangga lebih hijau jadi pengen nulis ini.

Sore kemarin aku jalan-jalan dengan Tomatto, kekasihku tercinta. Tak ada tujuan pasti. Dari pusat perbelanjaan sampe daerah kampus kita jelajahi.

Kemarin itu bukan hanya senjanya yang cerah, tapi pemandangannya juga menyegarkan. Bagaimana nggak menyegarkan kalo di setiap sudut kota kita bisa menemukan cewek-cewek cantik dengan body yahud?

Aku dan Tomatto punya kebiasaan aneh. Kalo lihat cewek dari belakang dan body-nya kelihatan ok, kita selalu berusaha melihat wajahnya. Kalo ceweknya naik motor kita kadang sedikit ngebut biar bisa mendahului dan melihat wajahnya. Kadang kita jadi cekikikan kalo sudah susah payah berusaha tau wajahnya ternyata wajah si cewek tidak seindah body-nya.

Menurutku, sekarang ini semakin banyak cewek cantik. Cantik dalam ukuran umum. Wajahnya bersih bahkan terlihat licin dan meling-meling (bukan karena nglenga kaya bakul mendoan lho). Rambutnya tentu saja juga indah, sesuai mode. Badannya juga kelihatan seksi karena model pakaian sekarang yang memang menonjolkan bagian-bagian yang menonjol, yang bisa membedakan laki-laki dan perempuan.

Sangat mudah menemukan cewek cantik. Mungkin tidak sulit juga untuk mendapatkannya, mengingat jumlah yang semakin banyak tadi. Dan setiap menemukan cewek cantik, pada akhirnya kita menemukan yang lebih cantik lagi. Seperti di atas langit yang katanya selalu ada langit lagi. So kalo nyari cewek karena cantiknya, pasti nggak bakalan ada habisnya.

Yang lebih gawat lagi, cewek yang bukan pacar atau istri sendiri biasanya terlihat lebih cantik. Mungkin sudah bosen lihat pacar atau istri sendiri. Padahal mungkin dulunya pernah mengagumi kecantikannya. Bahkan seandainya pacar atau istri sebenarnya lebih cantik,  tetep aja tertarik dengan cewek “di luar halaman” tadi. 

Yach seperti rumput tetangga yang terlihat lebih hijau, demikian pula cewek “di luar halaman” terlihat lebih “hijau” juga.

So…bagi para pacar dan suami, kalo rumput di halaman tetangga lebih hijau itu bukan karena rumputnya yang asli bagus tapi bisa jadi karena mereka memeliharanya dengan lebih baik. Jadi, dari pada mencari-cari rumput di luar halaman, lebih baik rumput yang sudah ada di halaman dipelihara aja sebaik-baiknya. Pasti akan lebih hijau dari rumput tetangga.

Apa yang dilakukan saat stres? Kalau aku makan. Semakin banyak yang dipikirin, semakin tertekan, semakin pengen makan.

Apa lagi kalau stresnya tinggi banget dan aku merasa sangat marah, pasti semakin pengen makan. Terutama makanan yang keras-keras. Rasanya saat mengunyah makanan itu bisa melampiaskan sebagian dari emosi.

Soal stres dan kepengen makan ini aku coba cari penjelasan ilmiahnya. Mungkin saat berpikir keras, produksi asam lambung meningkat. Perut jadi terasa perih dan lapar. Ini analisaku sendiri (yang bukan seorang dokter).

Tapi soal pilihan makanan yang keras-keras untuk melampiaskan emosi aku belum menemukan jawabannya. Mungkin kalau mengunyah makanan yang keras kita bisa mengeluarkan energi lebih banyak. Gigi juga bisa menggeluk lebih kuat dan terasa kremus-kremus  (susah menjelaskan kata-kata ini).

Kalau lihat orang-orang yang stres, banyak persoalan, sedih  jadi nggak doyan makan trus mengurus dan semakin kurus, aku sering iri. Kok bisa ya? Mengapa aku justru sebaliknya?

So, jangan bikin aku stres dan sedih ya… Aku nggak mau jika anakonda yang melilit pinggangku ini semakin besar.